Jejak Spiritual di Tanah Kebumen: Menelusuri Akar Genealogi Pesantren Mendit dan Hubungannya dengan Pesantren Citangkolo
Jejak Spiritual di Tanah Kebumen: Menelusuri Akar Genealogi Pesantren Mendit dan Hubungannya dengan Pesantren Citangkolo
Sab, 8 Agustus 2026 12:05
Jejak Spiritual di Tanah Kebumen Menelusuri Akar Genealogi Pesantren Mendit dan Hubungannya dengan Pesantren Citangkolo

Penulis: Dr..Miftahudin, M.Ag (Dosen Pembimbing Lapangan KKN IMA Kota Banjar]

Editor Naskah: Bad’ul Hilmi A, M. Kom (Dosen IMA Kota Banjar)

​Minggu dini hari, pukul 03.00 WIB, Kota Banjar masih lelap dalam selimut malam. Namun, bagi saya dan tim, ini adalah awal dari sebuah perjalanan penting. Kami bertolak menuju Kabupaten Kebumen untuk mengunjungi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Miftahul Huda Al-Azhar (IMA) Kota Banjar di Desa Kritig, Kecamatan Petanahan. Perjalanan ini bukan sekadar tugas dinas, tetapi sebuah ziarah budaya yang membawa kami ke jantung peradaban agraris di selatan Jawa.

​Sekitar pukul 08.00 pagi, semburat oranye matahari pagi menyambut kami di lokasi. Lelah di perjalanan seketika sirna oleh sambutan hangat dari tuan rumah di Dukuh Mendit. Keramahtamahan mereka, khas masyarakat pedesaan yang kental dengan budaya “tepa selira,” menjadi pembuka yang manis. Mata saya langsung tertuju pada deretan mahasiswa KKN yang berpose bersama kami di depan sebuah bangunan utama.

​Masjid Mendit: Arsitektur yang “Bicara” tentang Silsilah

Jejak Spiritual di Tanah Kebumen: Menelusuri Akar Genealogi Pesantren Mendit dan Hubungannya dengan Pesantren Citangkolo

​Dalam foto pertama (Gambar 1), kami berdiri di depan masjid yang menjadi pusat kegiatan spiritual dukuh ini. Perhatikan baik-baik detail arsitekturnya, terutama bentuk jendela-jendelanya yang memanjang dengan kisi-kisi kayu di dalamnya. Struktur masjid dengan lantai keramik hijau dan tiang-tiang kukuh ini memancarkan nuansa klasik namun tetap fungsional.

​Menariknya, saat saya amati, model jendela dan vibe arsitekturnya memiliki kemiripan yang cukup kuat dengan arsitektur bangunan di Citangkolo seblum dirnovasi, tempat kampus kami bernaung. Pertanyaan muncul: Apakah ini sekadar kebetulan, ataukah ada jejak genealogi arsitektural yang menunjukkan koneksi sejarah antara Mendit dan Citangkolo? Ataukah, ada benang merah spiritual yang terlukis dalam bentuk bangunan? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin tersembunyi dalam sejarah pendirian pesantren di tempat ini.

​Pesantren Mendit: Rahim Para Ulama Besar

​Cerita dari cicit buyut Mbah Hisyam, sang pendiri Pesantren Mendit, membuka mata kami tentang sejarah besar yang terkubur di dukuh ini. Pesantren ini konon didirikan oleh Mbah KH Hisyam sekitar tahun 1922. Pada masa jayanya, sekitar 400 santri dari berbagai penjuru Pulau Jawa berduyun-duyun untuk menimba ilmu di sini. Pesantren ini adalah kawah candradimuka yang melahirkan banyak alim ulama.

​Narasumber mengisahkan, setidaknya ada jejak 40 pondok pesantren di berbagai daerah yang lahir dari tangan dingin para alumni Pesantren Mendit. Salah satu santri terkenalnya adalah Mbah KH Abdurohim, yang kelak mendirikan Pondok Pesantren Miftahul Huda Citangkolo (PPMC) Kota Banjar Jawa Barat.

PPMC inilah yang kemudian bermetamorfosis menjadi Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, lembaga yang kini melahirkan pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi (IMA Kota Banjar), tempat para mahasiswa KKN ini bernaung. Tak hanya itu, KH Ibrahim Yakub, pendiri Ponpes Raudlatul Huda Lubang Lor, Butuh, Purworejo, juga pernah berguru di sini,.Mendit, dalam diamnya, ternyata adalah rahim yang subur bagi peradaban Islam di Jawa.

​Kombongan: Saksi Bisu Kehidupan Santri Masa Lalu

Jejak Spiritual di Tanah Kebumen: Menelusuri Akar Genealogi Pesantren Mendit dan Hubungannya dengan Pesantren Citangkolo

​Kisah kebesaran itu seakan hidup kembali saat kami berjalan ke area belakang. Di sana, kami menemukan jejak arsitektur tempat tinggal para santri di masa lalu. Dalam foto kedua (Gambar 2), saya dan salah seorang pengurus sedang berpose di depan sebuah “kombongan” (kamar) atau kobong yang tersisa.

​Lihatlah bentuknya: sebuah bangunan panggung dengan dinding papan kayu dan atap genteng tanah liat yang sederhana. Gaya bangunan semacam ini dulu umum digunakan sebagai asrama atau kamar santri di Jawa. Di “kombongan” sederhana inilah para santri masa lalu, termasuk tokoh-tokoh besar tersebut, menjalani hidup prihatin, bangun sebelum fajar, mengaji, dan bermunajat kepada Sang Pencipta. Kesederhanaan bangunan ini berbanding terbalik dengan kekayaan ilmu dan spiritualitas yang dihasilkan.

​Waktu yang Berlalu, Warisan yang Abadi

​Seiring berjalannya waktu, Pesantren Mendit kini tak lagi memiliki santri yang mengaji. Ketiadaan regenerasi yang meneruskan tampuk kepemimpinan membuat pesantren ini perlahan ditinggalkan. Meskipun begitu, jiwanya tidak benar-benar mati. Warisannya hidup melalui alumni-alumni yang telah mendirikan peradaban di tempat lain, termasuk di Pesantren Citangkolo.

​Kunjungan KKN IMA Kota Banjar ke Mendit bukan sekadar program kampus. Ini adalah kepulangan ke akar spiritual, sebuah momen untuk mengingat bahwa pendidikan formal yang kami jalani hari ini memiliki silsilah panjang yang berhulu di asrama-asrama santri panggung sederhana di pelosok desa seperti Mendit. Kisah ini adalah pengingat bahwa setiap bangunan, setiap tradisi, dan setiap jendela di Pesantren Citangkolo menyimpan “DNA” spiritual yang kuat dari leluhur kita di Kebumen. Ini adalah jejak etnografis yang tak ternilai harganya.

Pers Mahasiswa, Berita Kampus

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

IMA Kota Banjar Gelar Pembekalan KKN 2026 Secara Daring, Bekali Mahasiswa Sebelum Terjun ke Masyarakat
Banjar, 28 Juli 2026 – Institut Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar melalui Lemba...
Sel, 28 Juli 2026 | 5:28
KPUM IMA Kota Banjar Lantik PPS untuk Sukseskan Pemira Mahasiswa 2026
KPUM Institut Miftahul Huda Al-Azhar Lantik PPS untuk Sukseskan Pemira Mahasiswa...
Jum, 10 Juli 2026 | 1:27
IMA Kota Banjar Gelar Rapat Civitas Akademika, Bahas Penguatan Kelembagaan, PMB, hingga Persiapan Wisuda
Banjar, 8 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat tata kelola institusi dan menyelar...
Kam, 9 Juli 2026 | 9:34
Rapat Koordinasi Pemira Bersama KPUM Institut Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar Bahas Persiapan Pemilihan Mahasiswa 2026
Banjar, 9 Juli 2026 – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Institut Miftahul H...
Kam, 9 Juli 2026 | 9:20